Sabtu, 20 April 2013

02 Maret 2013



02 Maret 2013

_Kun
Menjelma jadi naga
Naga yang haus darah
Darah perawan
Darah perjaka
Darah bayi
Bayi memecah kerang
Dilumatnya sejuta bintang
Mengukur jendela
Meraup pintu
Sedang berenda memenjakanmu
Kun
            Kun
                        Kun
Jadilah singa dipadang sabana
Rimbun hati
Mendawai mimpi
Rajutan kisah yang ia nanti
Kun
Dan hanya kun
KunMu
Berharap semua kembali sedia kala
Sir
Akan terkuak ke khalayak
Setelah kita masuk dalam rangkulan
Satu dan menyatu

28 Februari 2013



28 Februari 2013

_Seperti rasa yang ada dalam dada
Angin terus menyeruakkan aroma tubuhmu
Dan pada saat itu adalah rindu
Selalu membawa kesegaran
Yang tak biasa aku rasa
Dari rimbunan orang-orang terkasih
Hanya namamu yang tetap sejuk dalam pandangan mata
Engkaulah kilauan permata
Di dasar laut cintaku

27 Februari 2013



27 Februari 2013

_Mata dalam bis pariwisata
Menatap satu arah pada lorong
Dan matamu itu
Menyudut ke segala penjuru
Lalu siapa yang akan melirikku???
Sementara
Seribu nyawa menggantung dijemari,
Mata,
Kaki
Dan menyatu dengan rasa
Tanggung jawab
Sepikul sanak di bahu
Mengharap kembali dan datang
Tak tersobek besi apapun
Mata itu
Telah menjarakkan sangat dekat
Hanya sekedar menyapa
Mendo’akan orang-orang yang telah menorehkan cerita dahulu
Bis pariwisata pun berlalu di mata

25 Februari 2013



25 Februari 2013

_Saat terindah
Kerap menghampiri suasana
Malam dalam tudung awan yang telah mengatup matahari
Dan bulanmu menjadi obat penenang
Bersama riak bintang berarak-arakan
Seperti manja anak kecil mengembang bersama bibirnya
Saat itulah hilang segala sepi
Hangat menjambaknya keras paksa
Dan hingga malam ini
Angin telah menutup pintu rapat-rapat
Membeku batu dalam kulkas
Anyaman tangan kanan  dan kiri
Makin merapat
Sebentuk tali mengikat
Dan tak mau melepasnya
Lonceng waktu berdengung
Tanpa ia tahu membelenggu jalinan kita
Yang telah semester membukakannya
Saatnya kita rebut sepikul senyum
Dalam denting beranda berbordir bunga
Di dekat tiang bendera
Depan rumah kita

23 Februari 2013



23 Februari 2013

_Cinta dan runtuhnya egoku
Sekian nampak menjala
Rasa menjalar di otak  kananku
Menciptakan ruang kekosongan sendiri
Dan merajainya
Nampak sebuaya di kolam kecil
Dengan air yang menyelami mata kakiku
Penguasalah aku
Dari rimba hutan
Yang pohonnya telah tumbang tiga tahun lalu
Adalah aku kian larut dengan sepi
Hingga kau pun menjulurkan tangan
Mengaisku dari kubangan kesombongan
Akhirnya benar-benar lupa
Bahwa aku tidak diciptakan sendiri
Dalam sorga kecilku