06 Mei 2013
_Evi
peluk dan rentangkan dadaku
utus juga nuh , ishak
serta nabinabi lainnya
serukan mereka tentang jalan keruh
biar tikungan kembali tertawa
sikap yang selalu terpental
dari dasar kebiruan
persentuhan naluri yang bisu
mengukir tursina berselimut batu
Evi Evi
lembut dada
adalah tambangan yang menyerupa
laut garam
menjadi ujung penantian
pun juga perjamuan mata
peziarah pulaupulau dalam sebrang
sementara, dedaun kunyuk
merenda wajahmu Evi
dan semak belukar itu
merupakan hati terbesarku
di bawah lampulampu menelan senja
tak ada asap perapian
sarapan
pejalan yang lalu lalang
hilang bandul dari kail pancingnya
Evi
adalah harapan sinar
berujung matahari
Tidak ada komentar:
Posting Komentar