20
Maret 2013
_Bersamamu
Sejuk setelah hujan menghujam
Dedaun tak cemberut
Kayu-kayu menganga
Menertawakan teriak panas
Banjir mengenang di kelopak mataku dari
tetesan cinta
Bercampur rasa yang tersesat dalam
manjamu
Lalu bagaimana mungkin aku bisa lupa
Sedang dengan kedip saja gambar wajahmu
terus merona
Ronta sepi
Menyamping sudut sunyi
Seperti larung botol yang dlempar sekuat
tenaga
Mengeluarkan energi gerak
Cukup kuat
Kau telah kembali dalam titik detik
Sehentak angin
Sedetak hati
Selembut bibir yang emnempel di pipi
Itu adalah muara rindu
Cinta bersemi di sana
Tidak ada komentar:
Posting Komentar