27 Februari 2013
_Mata dalam bis pariwisata
Menatap satu arah pada lorong
Dan matamu itu
Menyudut ke segala penjuru
Lalu siapa yang akan melirikku???
Sementara
Seribu nyawa menggantung dijemari,
Mata,
Kaki
Dan menyatu dengan rasa
Tanggung jawab
Sepikul sanak di bahu
Mengharap kembali dan datang
Tak tersobek besi apapun
Mata itu
Telah menjarakkan sangat dekat
Hanya sekedar menyapa
Mendo’akan orang-orang yang telah
menorehkan cerita dahulu
Bis pariwisata pun berlalu di mata
Tidak ada komentar:
Posting Komentar