Sabtu, 20 April 2013

11 Februari 2013



11 Februari 2013

_Deng Deng
Menggandeng namamu
Di tiap ruas jeruji tanganku merapal jejak
Sehingga dapat mengiringmu merelung dalam hati
Sekeranjang sesajen tetap tersuguh hangat di depan pintu kamarmu
Yang baru tadi pagi aku letakkan pas ketika kau datang
Lalu kepulanganmu juga telah memudarkan sepi
Dari hujan kemarau yang panjang
Selinting bara telah aku hisap
Dan rona hangat tubuhmu masih terlampau pagi di kota hitamku
Pendar pelangi berbungkus rapi
Bukan untuk di jual atau dijajakan
Namun untuk disucikan dari keliaran hutan
Dan anjing pelacaknya mengintaimu
Deng Deng
Bunyi denting di telinga
Menyusuplah
Dan jadilah
Penghuni abadi dalam hidupku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar