Kamis, 02 Mei 2013

13 Maret 2013



13 Maret 2013

_Sedendang lagu rindu
Panas mencari curi sepi
Setiap rias di harimu
Adalah obat untuk mengemban senyum
Teriakannya suara serak
Mengupas siang dan petang
Di bantal tidurmu
Ada gemericik air mata
Yang perlahan jatuh
Sederas bintang malam ini
Bukan awan menjadi penghalang
Namun wahyu turun di halaman
bercampur dengan serpih dedaun kering
Saat pagi berselimut embun
Namun rindumu tetap mengais sunyi
Yang telah kau sandarkan
Pada tiap-tiap tembok rumah
Dengan nama salju
Berbola cinta

12 Maret 2013



12 Maret 2013

_Kabar pintu
Menjerit lemah
Memelas di emperan kota yang senja
Ada sesepi rindu
Mengusap air mata
Seketika wajah menghitam
Di bola mata
Pintu kemudian menutup diri
Setelah angin memeluknya
Membeku alis muka
Merapal nama cinta

11 Maret 2013



11 MARET 2013

_Lingkaran jiwa
Aku telah menjadi pemberani
Seperti ksatria
Yang menunggu pagi
Sampai petang datang
Aku tetap berdiri dalam lingkaran jiwa
Kadang ku kutuk embun
Ketika menggigil riuhnya sepi
Hamparan cinta di dada
Namun juga terkadang
Ku telah menjemputnya
Dengan lapang
Dari terik hati yang cemburu
Membakar
Aku disini
Masih berdiri dalam lingkaran jiwa
Yang telah kita buat bersama
Tatap mata menjadi pembuka

10 Maret 2013



10 Maret 2013

_Terkapar dalam emosi
Pisau penyayat daging
Minta tebusan
Setiap darah yang menetes
Keluar
Dan menjadi lautan sepi

09 Maret 2013



09 Maret 2013

_Gelagak gelap
Rengek mengintip dari balik dedaun
Semak-senak belukar
Yang basah akibat turunnya hujan
Tadi sore
Membawa suasana luhur
Senantiasa menepi di jaring
Sinar bulan
Menutup diri dengan kelambu awan
Suara itu memanja
Menjejerkan daftar panjang
Rindu
Ada sehangat bibir
Yang luntur saat siang menjelang
Dan menganga matahari
Panas-panasnya
Mengabarkan arwah suci
Dari liang sepi menyatu dengan malam